BERJUANG TANPA LELAH---CIPTAKAN RUANG PASAR TANPA PESAING DAN BIARKAN KOMPETISI TAK LAGI RELEVAN (KIM & MAUBORGNE)"

Jumat, 29 Januari 2016

PENYULUHAN HUKUM SERENTAK (LUHKUMTAK) SE-INDONESIA DI KABUPATEN PURWOREJO



Kamis, 28 januari 2016 pukul 09.00 WIB, pukul 10.00 WITA dan 11.00 WIT serentak di seluruh Indonesia Kementrian Hukum dan HAM menyelenggarakan penyuluhan hukum dengan pesan tunggal “Cerdas Hukum dalam era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA)”. Dengan target audiens 1 juta orang, kegiatan ini menyasar pelajar SLTA, masyarakat dan tahanan yang ada di rutan/lapas se Indonesia. 
=============================================================

Menyikapi hal tersebut Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Klas I Kutoarjo bersama Rutan Purworejo melakukan penyuluhan hukum yang sama di tiga titik, titik pertama di Aula Pendopo Kabupaten Purworejo dengan audiens sebanyak 500 pelajar SLTA se-kabupaten Purworejo, 50 pendamping/tenaga pengajar dan 50 undangan muspida/masyarakat, titik kedua di Rutan Purworejo dengan audiens adalah seluruh warga binaan dan pengunjung di rutan tersebut (250 audiens), dan titik ketiga di LPKA Klas I kutoarjo dengan audiens seluruh anak didik dan pengunjung (100 audiens).

Penyelenggaraan penyuluhan di Aula Pendopo Kabupatan Purworejo merupakan titik utama penyuluhan di Kabupaten Purworejo. Peserta pelajar SLTA diikuti oleh 26 perwakilan sekolah se kabupaten Purworejo. Pra acara (jam 08.00) dibuka oleh Band Anak Didik LPKA Klas I Kutoarjo yang menyuguhkan 7 buah lagu.
Proses Registrasi Peserta Penyuluhan
Penampilan Pembuka Band Andik LPKA Klas I Kutoarjo

Tepat pukul 09.00 WIB acara inti dimulai dengan urutan acara sebagai berikut :
  1. Menyanyikan Lagu Indonesia Raya;
  2. Sambutan penyelenggara oleh Kepala Rutan Purworejo;
  3. Pembacaan Deklarasi Relawan Pelajar Cerdas Hukum oleh perwakilan pelajar dan diikuti oleh seluruh peserta pelajar;
  4. Sambutan Bupati Purworejo; yang membacakan sambutan Menkumham RI;
  5. Pembacaan doa.
  6. Penyuluhan Hukum  :
  7. Narasumber :
a.       Drs. Husni Setiabudi, Bc. IP, MH (Kemenkumham RI);
b.      Ken Setiawan (NII Crisis Center);
c.       Iptu Saptohadi, Spd, SH, MH (Kaurbinops Sat Reskrim Polres Purworejo)
Moderator : Deddy Eduar Eka Saputra (Kemenkumham RI).
 

Suasana penyuluhan berlangsung dengan meriah, masing-masing narasumber sesuai porsinya memberikan materi. Husni Setiabudi fokus pada tantangan menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), strategi dan kesiapan Indonesia menghadapinya, sementara Ken Setiawan sebagai pendiri NII Crisis Center menerangkan isu aktual saat ini yakni tentang bahaya radikalisme terutama di kalangan generasi muda/pelajar, dalam kesempatan tersebut beliau juga “mendemonstrasikan” bagaimana mekanisme perekrutan anggota yang umumnya terjadi terhadap kalangan remaja/pelajar. Saptohadi; yang mewakili institusi POLRI menerangkan bagaimana langkah-langkah yang mereka lakukan dalam menanggulangi bahaya radikalisme termasuk tantangannya menghadapi MEA nantinya.  
 
Sesi tanya jawab berlangsung juga sangat meriah, peserta begitu antusias memberikan pertanyaan ke masing-masing narasumber. Bagi pelajar yang bertanya  panitia memberikan semacam cinderamata, termasuk kepada perwakilan pelajar yang membaca deklarasi relawan pelajar cerdas hukum. Cinderamata juga diberikan kepada lima peserta selfi terpilih yang diupload baik melalui twitter, facebook maupun instagram dengan hashtag #cerdashukum

Acara berakhir tepat pukul 11.30 WIB dengan closing statement #kamitidaktakutMEA dan #kamitidaktakutradikalisme. Selesai acara dilanjutkan dengan ramah tamah antara narasumber dengan peserta pelajar baik dengan berfoto (selfie) bersama maupun tukar menukar informasi kontak untuk keberlanjutan informasi. Semoga kegiatan ini menjadi kegiatan rutin dan tidak hanya kegiatan tahunan namun minimal per tri wulan bagi Kemenkumham sehingga penyuluhan hukum bisa kena dan tepat sasaran.

Rabu, 06 Januari 2016

Deklarasi Janji Kinerja 2016 di LPKA Klas I Kutoarjo

Senin, 04 januari 2016 tepat pukul 08.00 WIB jajaran petugas Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Klas I Kutoarjo melaksanakan Apel Deklarasi Janji Kinerja Tahun 2016. Apel Deklarasi ini serentak dilaksanakan di seluruh Indonesia sebagai upaya meningkatkan pelaksanaan tugas dan fungsi di bidang pelayanan, dan penegakan hukum dan HAM serta menyongsong tahun 2016 pada jajaran Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia RI.
Apel dilaksanakan di lapangan upacara LPKA Klas I Kutoarjo dan diikuti juga oleh anak didik yang sedianya juga rutin melaksanakan kesadaran berbangsa dan bernegara setiap hari senin. Pengucapan Deklarasi Janji Kinerja Tahun 2016 “KAMI PASTI” dipimpin oleh petugas dan diikuti oleh seluruh peserta apel. 
Adapun isi deklarasi tersebut adalah: 
Kami Pejabat Kementerian Hukum dan HAM Berjanji:

      1.Kami berkinerja PROFESIONAL
      2. Kami berkinerja AKUNTABEL
      3. Kami berkinerja SINERGI
      4. Kami berkinerja TRANSPARAN
5. Kami berkinerja INOVATIF Menjadi Aparatur Sipil Negara yang SMART
 








Deklarasi Janji Kinerja ini diharapkan menjadi janji suci petugas dalam pelaksanaan tugas setahun kedepan. Jayalah selalu Kemenkumham,...KAMI PASTI.

Senin, 04 Januari 2016

Partisipasi LPKA Klas I Kutoarjo pada Festival NAPI BERKEBUN 2015

Sedianya Festival Napi Berkebun 2015 sesuai dengan namanya diikuti oleh UPT Pemasyarakatan yang memiliki hasil pertanian sebagai salah satu bentuk kegiatan pembinaannya. Acara ini digagas dan diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) Kementerian Hukum dan HAM bekerjasama dengan Yayasan Indonesia Inisatif Biru Lestari (Waibi) pada 18-20 Desember 2015 di Area Parkir Gelanggang Olahraga Soemantri Brojonegoro Pasar Festival, Jl. HR. Rasuna Said, Jakarta Selatan. Gelaran FNB 2015 juga mengusung tujuh icon UPT Pemasyarakatan yang telah mengikuti Training of Trainer (ToT) dan pendampingan kegiatan napi berkebun dari Yayasan Waibi selaku mitra. Mereka adalah Lapas Cipinang, Lapas Salemba, Lapas Pemuda Tangerang, Lapas Palangkaraya, Lapas Pontianak, Rutan Tangerang, dan Bapas Serang.
Persiapan Keberangkatan Ke Jakarta
Keterlibatan Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Klas I Kutoarjo pada event ini memang cukup unik, karena kami malah diminta untuk menampilkan produk kuliner, bukan hasil perkebunan atau pertanian. Hal ini tidak lain dan tidak bukan karena produk kuliner MIE OTAKI LPKA Klas I Kutoarjo sudah menjadi produk unggulan dan dikenal ditingkat pusat, jadilah kami mengisi stand kuliner bersama Lapas Klas IIA Narkotika Cipinang yang menampilkan hasil Roti/Bake dan Lapas Anak Wanita Tangerang dengan produk herbalnya, selain itu stand kuliner juga diisi oleh pihak lain misalnya ada perwakilan binaan usaha dan Kementrian Kelautan dan Perikanan.
Perjuangan untuk mengikuti event diluar wilayah Jawa tengah memang merupakan "PR" tersendiri karena persiapan yang dilakukan tidaklah se-simple yang dibayangkan, apalagi berkenaan dengan menampilkan produk kuliner. Tabung Gas dan Kompor Gas beserta pernak pernik makan menjadi bagian yang cukup menyita waktu dan pikiran dalam persiapan, belum lagi kita harus membawa "anak" karena secara tidak langsung sebenarnya merekalah yang kita tampilkan, sebab produk mie-nya menjadi unik dan spesial karena yang membuat adalah anak-anak bukan orang dewasa. Tapi apapun hambatan harus dihadapi demi menampilkan yang terbaik, sebab orang tidak mau tau apa yang terjadi di belakang layar, yang mereka tahu kita siap tampil dan tentu saja layak ditampilkan.
Persiapan Stand Hari Pertama

Sambutan Menkumham dalam Pembukaan Festival NAPI BERKEBUN 2015

Menkumham dan Rombongan Meninjau Stand Kuliner MIE OTAKI LPKA Klas I Kutoarjo
Festival yang berlangsung selama tiga hari (jumat sampai dengan minggu) dari sisi kami tentu membanggakan, karena setiap hari produk kami selalu laris terjual, walau agak kerepotan dalam melayani pembeli, tapi yah itulah serunya. Buat saya pribadi kegiatan ini juga menjadi wahana bertemu teman-teman sejawat, senior maupun junior. Namun secara keseluruhan tentu saja tidak ada acara yang berjalan dengan sempurna, banyak terdapat kekurangan disana sini, koordinasi antar panitia menjadi PR karena kami mendapati banyak sekali perbedaan pendapat/instruksi antar satu panitia dengan panitia lainnya. Kemudian stand kuliner sangat terkesan hanya tempelan saja, tidak dipersiapkan dengan matang, jarak antar stand sangat sempit, sehingga tidak memiliki cukup ruang untuk membedakan stand satu dengan lainnya. Hal ini sangat saya rasakan ketika Bapak Yasona Laoly, Menkumham mendatangi stand kuliner, saya tidak leluasa memperkenalkan produk kami karena stand yang sempit. Hal ini tentu saja sangat kontras dengan kondisi stand hasil perkebunan yang sangat dipersiapkan secara matang dengan space yang luas. Semoga kedepannya acara serupa atau lainnya bisa jauh lebih baik,....AMIEN.....
Bersama Mr. Colin dan istri salah satu orang yang konsen dan selalu support kegiatan di LPKA Klas I Kutoarjo

Beberapa pelanggan setia kami selama tiga hari; Ferly-LP Klas I Tangerang, Taruna AKIP, Taufan-LP Bekasi, dan DR. Hidayat dari Ditjen HAM......terima kasih sudah mencicipi produk kami......