BERJUANG TANPA LELAH---CIPTAKAN RUANG PASAR TANPA PESAING DAN BIARKAN KOMPETISI TAK LAGI RELEVAN (KIM & MAUBORGNE)"

Senin, 28 Maret 2016

Diskusi Hasil Penelitian tentang Kondisi Kesehatan Anak di LPKA Klas I Kutoarjo


========================================
Diskusi ini tergolong diskusi ringan yang berangkat dari keprihatinan kami terhadap kondisi kesehatan anak anak kami di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Klas I Kutoarjo. Walau ringan namun secara ilmiah dapat dipertanggungjawabkan, karena dilakukan melalui riset yang mumpuni, yakni dengan melakukan wawancara langsung dengan anak, menyebar quesioner kemudian langsung diklarifikasi di tempat, melihat langsung kondisi fisik anak termasuk melihat kondisi sanitasinya dan yang terakhir adalah melakukan pengolahan data.  Riset dilakukan terhadap 59 anak (dari total anak saat penelitian 73 anak - per tanggal 23 Maret 2016); dimana 56 responden anak laki-laki dan 3 responden anak perempuan.

Terdapat Lima (5) item yang menjadi fokus riset ini, yakni :
  1. Kondisi penyebaran penyakit
  2. Kondisi pengobatan
  3. Persediaan alat-alat mandi dan cara memakai alat
  4. Pakaian dan alas kaki dan cara memakai pakaian
  5. Cara memakai alat tidur.
I. Kondisi Penyebaran Penyakit
Berdasarkan data yang diambil terdapat 9 jenis penyakit yang diidap oleh anak-anak dan yang mengalami kesembilan penyakit tersebut adalah semua responden laki-laki. Dalam Figure berikut ini juga menjelaskan bahwa satu anak bisa mengalami dua hingga tiga gejala penyakit secara bersamaan.
Adapun kesembilan jenis penyakit tersebut dapat dilihat pada Figure (1) berikut :
 
Pertanyaan selanjutnya adalah mengenai penyakit kulit yang diidap, dan hasilnya menunjukkan 94.6% mengidap penyakit kulit dan kesemuanya adalah responden laki-laki; sebagaimana bisa dilihat pada Figure (2) berikut ini :
 
Selanjutnya adalah berkenaan dengan waktu mendapatkan gejala penyakit kulit tersebut, apakah sebelum masuk LPKA atau setelah masuk LPKA, jawaban responden  bisa dilihat pada Figure (3) sebagai berikut :
 
Berdasarkan figure diatas bisa dilihat bahwa mayoritas persebaran penyakit terjadi ketika anak masuk LPKA, yakni 39.3% di fase 0-1 bulan, 21.4% di fase 1-2 bulan, 7.1% di fase 2-3 bulan dan 16.1% di fase 3 bulan keatas. 

II. Kondisi Pengobatan
Kondisi pengobatan untuk menjelaskan jenis pengobatan yang diterima oleh anak dengan cara mendatangi klinik LPKA bertemu langsung dengan petugas kesehatan atau pengobatan rutin yang dilakukan oleh Puskesmas Kutoarjo setiap dua kali dalam satu bulan.
Data menunjukkan bahwa sebagian besar anak telah diberikan obat sesuai keluhan terutama berkenaan dengan penyakit kulitnya. 41.5% diberikan obat oles dan obat minum, dan 49.1% satu dari obat oles atau obat minum, selebihnya 9.4% belum diobati. Hal ini dapat dilihat pada Figure (4) berikut ini :
Kondisi pengobatan juga untuk menunjukkan intensitas anak menjaga kebersihan diri terutama berkenaan dengan mandi dalam satu hari. Secara umum anak peduli dengan kebersihan diri dalam hal mandi, yakni mandi 4 kali sehari sebanyak 3.6%, mandi 3 kali sehari sebanyak 44.6% dan mandi sebanyak 2 kali sehari sebanyak 51.8%. Hal ini sebagaimana bisa dilihat pada Figure (5) sebagai berikut :

III. Persediaan Alat Mandi dan cara Memakai Alat
Persediaan alat mandi dan cara pemakaiannya untuk menjelaskan bagaimana distribusi alat mandi terutama sabun yang diterima oleh anak berikut cara penggunaan sabun dan handuk. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa antara anak yang punya sabun mandi pribadi dan yang tidak memiliki selisih yang banyak yaitu 55.4% menyatakan memilik sabun pribadi dan 41.1% menyatakan tidak memiliki sabun pribadi, selebihnya 3.6% tidak ada jawaban, selengkapnya dapat dilihat pada Figure (6) berikut ini :
Alat mandi berupa sabun diperoleh oleh anak melalui dua cara, yakni pembagian dari pihak LPKA yang diberikan secara rutin dua kali dalam satu bulan per anak, atau diperoleh sendiri dengan cara membeli di kantin koperasi atau dari keluarga ketika mereka dikunjungi. Namun dengan alasan untuk berhemat dan solidaritas antar teman, maka pemakaian sabun umumnya dipakai secara bersama-sama dengan anak lainnya, yakni sebanyak 51.8% bersama dengan lebih dari 5 anak, sebanyak 26.8% bersama dengan 2 hingga 4 anak, sebanyak 17.8% memakai sendiri dan 3.6% tidak memakai sabun. Hal ini sebagaimana terlihat pada Figure (7) berikut ini :
Handuk merupakan salah satu kelengkapan alat mandi, dimana handuk digunakan untuk mengeringkan badan setelah basah oleh air mandi. Handuk tidak disediakan oleh pihak LPKA, jadi kepemilikan handuk merupakan barang bawaan dari anak sendiri. Dari data terlihat bahwa sebagian besar anak tidak memiliki handuk sebanyak 42.9%, memiliki satu lembar handuk sebanyak 55.3% dan yang memiliki dua lembar handuk sebanyak 1.8%. Hal ini sebagaimana tergambar pada Figure (8) berikut ini :
Cara menggunakan handuk merupakan salah satu pintu masuknya penyakit kulit. Perilaku anak dalam menggunakan handuk hampir sama dengan perilaku penggunaan sabun mandi, dimana sebanyak 30.4% digunakan bersama-sama dengan 2 hingga 4 anak, 41.1% digunakan bersama-sama dengan lebih dari 5 anak, 16.1% menggunakan handuk sendiri, 3.6% menggunakan media lain berupa baju dan 8.9% tidak menggunakan handuk sama sekali. Berikut bagannya dalam Figure (9) berikut ini :

IV. Pakaian dan Alas Kaki dan Cara Memakai Pakaian
Pakaian merupakan barang pribadi yang dimiliki oleh anak-anak baik yang diperoleh pada saat masuk LPKA maupun yang dibawa oleh keluarga saat berkunjung, selain itu terdapat pakaian yang diberikan oleh pihak LPKA dan masuk dalam kategori inventaris, yakni pakaian seragam sekolah, pakaian seragam pramuka, kaos seragam dan alas kaki berupa sepatu.
Penelitian ini untuk menunjukkan bagaimana pola pakai anak-anak terhadap pakaian mereka, apakah selalu memakai pakaian sendiri atau bertukar pakaian dengan anak lainnya, dan ternyata hanya 17.9% anak yang menggunakan pakaiannya sendiri tanpa bertukar pakaian dengan anak lainnya, sementara 16.0% sering bertukar pakaian, 62.5% kadang-kadang bertukar pakaian selebihnya 3.6% tidak ada jawaban. Hal ini bisa dilihat pada Figure (10) berikut ini :
Penggunaan sabun cuci merupakan salah satu cara menjaga kebersihan pakaian anak. Anak mendapatkan sabun cuci dengan cara membeli di kantin koperasi atau diberikan oleh keluarganya saat berkunjung. Cara penggunaan sabun cuci oleh anak sebanyak 58.9% setiap kali digunakan, sebanyak 39.3% kadang-kadang tidak pakai dan sebanyak 1.8% tidak pakai. Hal ini bisa dilihat pada Figure (11) berikut ini :

V. Cara Memakai Alat Tidur
Alat tidur yang dimaksud dalam penelitian ini adalah kasur dan bantal. Kasur diberikan kepada anak pada saat mereka masuk LPKA per anak mendapatkan satu kasur, sementara untuk bantal tidak disediakan oleh pihak LPKA karena kasur yang diberikan merupakan sejenis kasur lipat yang memiliki "gundukan" diatasnya yang bisa difungsikan sebagai bantal, namun tidak menutup kemungkinan anak memiliki bantal sendiri dengan cara mendapatkannya dari keluarga yang berkunjung. Berikut cara penggunaan kasur dan bantal oleh anak sebagaimana terlihat pada Figure (12) dan (13) berikut ini :


Cara anak memakai kasur sebanyak 51.8% menggunakan kasurnya sendiri, sementara sebanyak 16.1% dipergunakan bersama-sama dengan 2 hingga 4 anak, 19.6% bersama dengan lebih dari 5 anak, tidak pakai kasur sebanyak 10.7% dan 1.8% tidak ada jawaban.  Kondisi ini setelah dilakukan pemantauan langsung di lapangan bahwa ternyata terdapat kasur anak yang sudah rusak dan tidak layak pakai sehingga tidak dipergunakan lagi sementara anak pada saat menerima kasur diberikan tanggung jawab untuk merawat kasur tersebut, sementara pihak LPKA untuk pengadaan kasur sangat tergantung pada anggaran yang tersedia. Kemudian dalam hal penggunaan kasur pun juga melakukan tukar menukar dalam hal penggunaannya, yakni sebanyak 12.0%  sementara selebihnya 88.0% menggunakan kasur yang sama sesuai kepemilikan mereka.

Catatan Penelitian :
  1. Penelitian ini dilakukan bersama sama dengan Mahasiswa Jepang atas nama Mrs. Joko
  2. Hasil penelitian ini akan kami tindak lanjuti dalam bentuk program singkat (1 bulan) penanganan pola hidup sehat bagi anak, dalam bentuk kegiatan :
  • Penyuluhan cara mandi dan cuci tangan yang benar bekerjasama dengan dokter Puskesmas Kutoarjo;
  • Pembagian handuk satu anak satu handuk bekerjasama dengan pihak ketiga;
  • Program pengobatan penyakit kulit bekerjasama dengan Puskesmas Kutoarjo. 
 =============================================

Rabu, 23 Maret 2016

Kunjungan Pelajar SMU Muhammadiyah II Yogyakarta ke LPKA Klas I Kutoarjo

Rabu, 23 Maret 2016 Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Klas I Kutoarjo mendapatkan kunjungan dari SMU Muhammadiyah II Yogyakarta. Kunjungan yang terdiri dari 150 pelajar kelas XI bersama guru pendamping ini dalam rangka kunjungan ilmiah; dimana para pelajar diharapkan mendapatkan gambaran langsung tentang kondisi di LPKA Klas I Kutoarjo dan mampu mengambil hikmah dari kunjungan tersebut.
Berikut kegiatan kunjungan tersebut dalam bentuk video kegiatan :
I. Part I (Sambutan di Ruang Aula LPKA Klas I Kutoarjo)

II. Part II (Observasi Lapangan)
Kunjungan ini merupakan kunjungan tahap pertama, dimana kunjungan tahap kedua akan kembali dilaksanakan pada minggu berikutnya yakni Rabu, tanggal 30 Maret 2016 dengan membawa 139 pelajar beserta guru pendamping. (end)

Senin, 21 Maret 2016

Upacara Hari Kesadaran Nasional dan Pemusnahan Barang Bukti Penggeledahan di LPKA Klas I Kutoarjo

Upacara Hari Kesadaran Nasional merupakan upacara rutin tiap bulan yang diselenggarakan setiap tanggal 17 bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Di LPKA Klas I Kutoarjo upacara ini dilaksanakan secara bergantian oleh masing-masing Seksi, dimana seksi yang mendapatkan jadual bertanggung jawab terhadap pelaksanaan upacara, dari petugas upacara hingga kegiatan ramah tamah setelah upacara.
Kamis, tanggal 17 Maret 2016 upacara Hari Kesadaran Nasional dilaksanakan tepat pukul 07.30 WIB, dimana bertindak sebagai Inspektur Upacara adalah Kepala Seksi Pembinaan (Binadik); Deddy Eduar Eka Saputra, dan Seksi yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan upacara adalah Seksi Kegiatan Kerja (Giatja), dimana Kepala Seksi Kegiatan Kerja bertindak sebagai Perwira Upacara.
 
 Dalam amanatnya Inspektur Upacara menyampaikan beberapa himbauan, yakni :
  1. Kepada seluruh petugas untuk peduli terhadap kelengkapan berkas-berkas kepegawaian dalam rangka kelengkapan data dan administrasi SIMPEG, demikian pula diingatkan untuk rutin mengisi Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) Harian;
  2. Kepada seluruh petugas untuk selalu meningkatkan koordinasi antar seksi/bagian; sehingga TUSI LPKA Kutoarjo dapat tercapai;
  3. Kepada ABH; dihimbau untuk menjaga kesehatan, Ikhlas dalam mengikuti setiap kegiatan pembinaan, dan yang terpenting untuk tidak melakukan pelanggaran tata tertib, termasuk memasukkan/memiliki barang-barang terlarang seperti handphone, rokok hingga narkoba.
Setelah upacara selesai, kegiatan selanjutnya adalah pemusnahan barang bukti penggeledahan terhadap wisma/kamar hunian anak-anak yang telah dilaksanakan pada hari Kamis, tanggal 03 Maret 2016. Pemusnahan dilaksanakan di depan petugas dan anak-anak dengan tujuan untuk memperlihatkan kepada anak-anak bahwa tidak ada kompromi untuk pelanggaran tata tertib, termasuk hukuman disiplin yang akan diterima, sementara bagi petugas untuk menunjukkan untuk selalu peduli terhadap tugas pokok dan fungsinya masing-masing, sehingga benda-benda terlarang tidak bisa masuk ke dalam LPKA.
 
Kegiatan upacara dan pemusnahan barang bukti selesai, dilanjutkan dengan rapat dinas yang dipimpin langsung oleh kepala LPKA Klas I Kutoarjo. Dalam kesempatan itu pula di presentasikan tentang SKP oleh petugas yang sebelumnya telah mengikuti Bimtek di Kanwil Kumham Jawa Tengah.
Rapat dinas selesai, acara penutup berupa ramah tamah dan makan bersama seluruh petugas bertempat di ruang Kegiatan Kerja.
 
 ==============================

Sabtu, 12 Maret 2016

Expose Video Kegiatan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Klas I Kutoarjo

=====================================================
Tiga video berikut ini merupakan sedikit dari kegiatan/aktivitas di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Klas I Kutoarjo. Semoga video ini bisa sedikit memberikan gambaran apa yang kami lakukan di dalam sana, yakni dunia yang tidak banyak orang tahu, kalaupun tahu, hanyalah "cerita buruk"  yang biasanya digeneralisasi menjadi sebuah fakta dan cerita yang dibenarkan. Video ini merupakan sedikit upaya dari sekian banyak upaya yang kami lakukan untuk memberikan pembinaan terhadap ABH dan menciptakan situasi dan kondisi yang tidak menyeramkan dan ramah anak.

Video pertama merupakan video kegiatan penyuluhan hukum serentak (luhkumtak) pada tanggal 28 Januari 2016 terhadap 500 pelajar se Kabupaten Purworejo, bertempat di Pendopo Kabupaten Purworejo. Band ABH LPKA Klas I Kutoarjo tampil sebagai pembuka dalam acara pendahuluan. Band ABH sudah biasa tampil di event-event diluar LPKA dan kegiatan ini adalah salah satunya.  

Video kedua merupakan kegiatan Latihan Band ABH yang rutin dilakukan setiap hari Sabtu. Di Video ini kegiatan dilakukan di Aula Wisma, namun perkembangan terbaru setiap Sabtu Band ABH tampil di lobby LPKA Klas I Kutoarjo, dimana masyarakat luar juga bisa menyaksikan penampilan mereka.

Video ketiga merupakan kegiatan pertanian dan peternakan di LPKA Klas I Kutoarjo. Anak dilatih untuk melakukan wirausaha sehingga bisa menjadi bekal ketrampilan ketika mereka bebas nantinya.

Video Peresmian Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Klas I Kutoarjo

Video berikut ini merupakan kompilasi video peresmian Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Klas I Kutoarjo pada tanggal 05 Agustus 2015. Video terbagi dalam tiga bagian/part sebagai berikut :
===========================================
I. Video Part I (Persiapan, Pembukaan)
 

II. Video Part II (Sambutan, Pembacaan Piagam Arcamanik)

III. Video Part III (Penanggalan Baju, Pembongkaran Teralis, Peresmian Ruang Pendidikan dan Rekreasi)

Minggu, 21 Februari 2016

Kunjungan Pelajar Kelas X SMAN 1 Depok Sleman ke LPKA Klas I Kutoarjo

Sabtu, 20 Februari 2016 LPKA Klas I Kutoarjo kedatangan tamu dari SMAN 1 Depok Sleman - Yogyakarta. Kunjungan yang merupakan agenda rutin tahunan sekolah ini membawa 200 pelajar kelas X yang didampingi oleh guru-guru pendamping. Kunjungan dibagi menjadi dua tahap, yakni tahap pertama sudah dilaksanakan pada hari Sabtu, tanggal 13 Februari 2016 dan tahap kedua, tanggal 20 Februari 2016.
=======================================
Dalam sambutannya, Perwakilan guru menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari mata pelajaran PKN atau Pendidikan Kewarganegaraan, selain itu dengan kunjungan ini pelajar diharapkan bisa melihat dan mengambil pelajaran dari teman-teman yang ada di LPKA, bukan untuk mencontoh tapi menjadikannya pedoman dalam berperilaku sehingga tidak terjerumus dalam pergaulan dan berbuat kenakalan. Demikian juga sambutan yang disampaikan oleh Deddy Eduar, selaku Kasi Pembinaan menyampaikan kepada pelajar untuk melihat langsung kondisi anak-anak yang ada di LPKA, diperbolehkan melakukan wawancara dengan cara yang santun sehingga suasana yang terbangun menjadi lebih akrab.
Perwakilan sekolah saat itu juga memberikan bantuan berupa peralatan olahraga yang diterima langsung oleh Kasi Pembinaan. Selesai acara seremonial, maka para pelajar dibagi menjadi beberapa kelompok untuk memudahkan dalam pengambilan data dan wawancara yang dikoordinatori oleh Wagiman S. IP; Kasubsi Registrasi.
 
Kunjungan selesai tepat pukul 11.00 WIB, pelajar dan guru selanjutnya pamit dan melanjutkan perjalanan kembali ke sekolah. Selanjutnya pelajar akan membuat laporan kelompok yang nantinya akan dipresentasikan di depan kelas. Semoga kunjungan ini memberikan hasil yang baik bagi pelajar dan guru dalam melakukan sinergisitas pendidikan di sekolah.
===========================================

Selasa, 02 Februari 2016

Video Pelatihan Wirausaha MIE OTAKI di LPKA Klas I Kutoarjo

=============================================================
Dalam rangka lebih memperkenalkan produk unggulan LPKA Klas I Kutoarjo, yakni produk Mie OTAKI (Olahan Tanpa Bahan Kimia), berikut kami tampilkan sesi wawancara bersama anak yang ikut pelatihan, instruktur dan Kepala LPKA Klas I Kutoarjo. Anak yang diwawancarai dalam video ini setuju untuk dipublikasikan demi kepentingan dinas dan ilmiah.

I. Sesi Wawancara dengan Instruktur; sdr. Warjito, S. Th

II. Sesi Wawancara dengan anak; Satria Wiranto

III. Sesi Wawancara dengan Kepala LPKA Klas I Kutoarjo; Husni Setiabudi