








Rapat Anggota Tahunan (RAT) merupakan kegiatan rutin tahunan yang diselenggarakan oleh koperasi manapun dalam rangka pertanggungjawaban pengurus terhadap kinerjanya selama satu tahun. Khusus koperasi lapas salemba sendiri yang pada tahun 2011 memasuki usia empat (4) tahun kepengurusan pada tanggal 19 Januari 2012 yang lalu telah menyelenggarakan RAT Tahun Buku 2011 dengan baik dan lancar.
Adapun dasar pelaksanaan Rat Koperasi di Lapas Salemba adalah sebagai berikut :
1. Undang – undang No. 25 tahun 1992 tentang pokok – pokok perkoperasian;
2. Anggaran Dasar Koperasi Pengayoman Pegawai Kementerian Hukum dan HAM (KPPKH) Lapas Klas II A Salemba Jakarta (seterusnya disebut KOPERASI);
3. Keputusan Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah, dan Perdagangan Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor : 111/BH/XII.1/-1.829.31/X/2010, tanggal 05 Oktober 2010 tentang Badan Hukum Koperasi Lapas Klas IIA Salemba Jakarta;
4. Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) Kecil Nomor 00928-01/1.824.271 tanggal 29 Oktober 2010;
5. Tanda Daftar Perusahaan (TDP) Nomor : 09.05.2.46.00832 tanggal 26 November 2010;
6. NPWP perusahaan Nomor : 03.022.275.6.024.000
Kemudian tujuan penyelenggaraan RAT adalah sebagai berikut :
Pada penyelenggaraan RAT tahun ini pengurus juga membentuk kepanitiaan sendiri yang terdiri dari unsur seksi-seksi yang ada di lapas salemba. Petugas yang ditunjuk merupakan anggota koperasi dan diketuai oleh salah satu anggota pengurus. Tujuan dibentuknya panitia tersebut adalah agar pengurus lebih konsentrasi dalam menyiapkan laporan pertanggungjawabannya, juga sebagai wadah pembelajaran bagi para petugas dalam mengelola sebuah acara atau kegiatan di lapas.
Dalam RAT tahun buku 2011 dilaporkan bahwa jumlah anggota koperasi saat ini berjumlah 207 orang, dimana terjadi penambahan 23 anggota dan pengurangan 4 anggota. Sementara untuk kepengurusan tidak ada perubahan, kecuali ketua dewan pengawas an bp. Masudi yang pindah tugas karena promosi menjadi Kepala Rupbasan Klas I Surakarta.
Dalam kegiatan usaha yang dilakukan oleh koperasi lapas salemba, yaitu kegiatan simpan pinjam dan perdagangan, dilaporkan bahwa seksi usaha Simpan Pinjam Lapas Salemba selama tahun 2011 merealisasikan pinjaman sebesar Rp 691.900.000,- (enam ratus sembilan puluh satu juta sembilan ratus ribu rupiah) kepada 168 (seratus enam puluh delapan). Kemudian Dana Kesejahteraan untuk anggota yang telah dikeluarkan Tahun Buku 2010/2011 diberikan kepada 53 (lima puluh tiga) anggota total jumlah sebesar Rp. 6.800.000,-(enam juta delapan ratus ribu rupiah).
Seksi Usaha Simpan Pinjam selama periode tahun 2010/2011 telah membukukan laba bersih sebesar Rp. 58.698.159,- (lima puluh delapan juta enam ratus sembilan puluh delapan ribu seratus lima puluh sembilan rupiah). Dengan demikian terjadi peningkatan profit dari tahun-tahun sebelumnya (2010 = Rp. 40.356.774,- dan tahun 2009 = Rp. 24.583.000,- ). Sementara untuk usaha kantin koperasi pada tahun 2011 telah membukukan laba bersih sebesar Rp. 402.359.812,- (empat ratus dua juta tiga ratus lima puluh sembilan ribu delapan ratus dua belas rupiah) dikurangi beban operasional. Terjadi peningkatan dari tahun 2010 (Rp. 380.462.842,-).
Selanjutnya dilaporkan bahwa pengurus juga telah menjalin kerjasama dengan pihak Perbankan sebagaimana yang telah diagendakan sebelumnya (periode tahun 2008/2009). Dalam hal ini pihak Koperasi Lapas Klas IIA Salemba Jakarta telah melakukan kerjasama pembiayaan dengan PT Bank Syariah Mandiri (BSM) untuk memberikan pinjaman sebesar 1 Milyar dalam bentuk pembiayaan kepada anggota. Kerjasama tersebut telah terlaksana dengan dana tersebar kepada 31 orang anggota. (terlaksana habis pada tahun 2010). Pada tahun 2011 pengurus menjalin kerjasama dengan PT. Bank BNI Tbk dalam hal pembiayaan pinjaman bagi anggota sebesar 2 Milyar, dimana dana telah terserap sebesar 90%. Kerjasana pembiayaan ini diberikan dengan suku bungan yang ringan, persyaratan yang cukup mudah, namun tetap selektif sehingga memudahkan anggota untuk melakukan pinjaman.
Khusus untuk Sisa Hasil Usaha (SHU) dimana merupakan pendapatan perusahaan koperasi yang diperoleh dalam 1 (satu) tahun buku dipotong dengan penyusutan nilai barang dan segala biaya yang dikeluarkan dalam tahun buku dan pembayaran pajak. Dengan demikian setiap simpanan (Pokok, Wajib, Sukarela) dan Pinjaman memiliki nilai persentase tersendiri bagi anggota yang membentuk besaran nilai SHU yang diperoleh. Alokasi dana untuk SHU pada Tahun Buku 2011 sebesar Rp.358.698.159,- (tiga ratus lima puluh delapan juta enam ratus sembilan puluh delapan juta seratus lima puluh sembilan rupiah). Terjadi peningkatan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya (tahun 2008 dana SHU sebesar Rp. 60.000.000,- Tahun 2009 sebesar Rp. 220.775.243,- tahun 2010 sebesar Rp. 340.356.774,-).
Sebagai sebuah organisasi profit, pengurus Koperasi Lapas Klas IIA Salemba dan anggota harus berjuang ekstra kuat untuk menunjukkan eksistensi dan peran koperasi dalam hal pemenuhan kebutuhan petugas dan WBP. Untuk itu pengurus telah menyiapkan rencana dan program kerja Tahun Buku 2011/2012 sebagai berikut :
· Melanjutkan kerjasama dengan pihak perbankan dan lembaga keuangan lainnya sehingga kegiatan koperasi makin berkembang;
· Pengadaan Anjungan Tunai Mandiri (ATM) yang berlokasi di gedung I Lapas Klas IIA Salemba Jakarta bekerjasama dengan Bank BNI dan Bank BCA;
· Membangun Kantin koperasi di area halaman depan Lapas Klas IIA Salemba Jakarta, dengan melihat potensi pasar yang ada sehingga profit/laba dapat meningkat;
· Menambah personel anggota pengurus dalam rangka regenerasi dan beban kerja yang makin meningkat;
· Terus menggalakkan dan mensosialisasikan Simpanan Sukarela bagi anggota;
· Meningkatkan partisipasi anggota dalam mendukung peran koperasi dalam meningkatkan kesejahteraan anggota.
Terang Bulan (1950)

Juningsih (Sofia) dan Idris (Moh Mochtar) sama-sama kuliah di fakultas kedokteran Jakarta dan merupakan pasangan asmara. Tapi, di rumah orangtuanya di Bandung, Juningsih membelokkan pestol Subandi (Syamsu) yang mengancam dirinya, hingga Subandi terbunuh. Tepat pada saat itu Idris datang dan mengambil alih tanggungjawab hingga ia masuk penjara. Juningsih lalu dipaksa kawin dengan Ridwan (Rd Mochtar) yang kaya. Ketika Indonesia merdeka, Juningsih, yang diusir suaminya karena fitnah, dan Idris yang lari dari penjara, ikut dalam perang mempertahankan kemerdekaan. Idris berhasil membasmi gerombolan pengacau yang dipimpin oleh kakak Juningsih sendiri, Suryadinata (Rd Dadang Ismail). Sesudah Indonesia berdaulat penuh, Idris menyerahkan Juningsih kepada... Ridwan (!).
Harimau Tjampa (1953)

Dengan dendam terhadap pembunuhayahnya, Lukman (Bambang Hermanto) berguru silat di kampung Pau. Mula-mula ia minta pada Datuk Langit (Rd Ismail), tapi dimintai bayaran tiga kerbau. Akhirnya ia belajar pada seorang guru yang dilihatnya berhasil mengalahkan musuhnya dalam sebuah perkelahian. Guru ini memberi syarat agar silatnya tidak dipergunakan sembarangan. Lukman berjanji. Berulang kali janji itu dilanggar, tapi selalu dimaafkan, hingga dia tamat memperoleh ilmu silat. Janji ini dilanggar lagi saat ia tengah berjudi. Bandar judi yang menghalangi percintaannya secara tak sengaja tertusuk pisaunya sendiri. Lukman masuk penjara. Di dalam penjara itu diperoleh kepastian bahwa pembunuhan itu atas perintah kepala negeri, yaitu Datuk Langit. Lukman meloloskan diri dari penjara untuk bikin perhitungan. Datuk Langit diringkus dan diserahkan ke polisi sebagai pembunuh, sedangkan Lukman juga menyerahkan diri buat menjalani sisa hukuman. Latar belakang Minang dalam musik, petatah-petitih, adat dll tampil dalam film ini.
Asmara Dua Diana (2009)

Asmara (Jamie Aditya) adalah pria yang paling beruntung. Ia menikah dengan Diana Wulandari (Luna Maya) yang selain cantik, juga merupakan anak tunggal seorang pengusaha travel kaya di Jakarta. Ia diserahi perusahaan oleh mertuanya. Warisan pun terbentang di depan mata. Kesialannya hanya satu, ia mempunyai masalah dengan kesetiaan. Asmara yang memang dasarnya pria supel dan baik, mudah menarik hati wanita. Hingga kali ia bertemu dengan Diana Dwiyana (Aura Kasih) yang seksi dan mempesona.
Setelah berkencan berkali kali, Diana Dwiyana mengaku hamil dan meminta Asmara bertanggung jawab. Ia ternyata adik seorang kolonel yang tega berbuat kasar terhadap orang yang mengganggu keluarganya. Dilain pihak ternyata Diana Wulandari juga hamil. Keluarganya menyambut suka cita. Sebagai hadiah, Asmara dibuatkan perusahaan baru.
Diana Dwiyana, tidak sabar menunggu, Ia mengancam Asmara akan memberitahu istrinya bahwa Asmara berselingkuh dengannya. Asmara yang panik dan takut segera menyewa jasa Bakri, seorang pembunuh bayaran untuk meng’hilang’kan Diana Dwiyana. Dikarenakan panik, Asmara kabur keluar kota dan menghilang. Saat pelarian, ia bertemu dengan preman yang baru keluar dari penjara. Ia mendapat pencerahan dari preman yang bilang padanya bahwa tempat paling aman itu penjara. Tak seorangpun bisa menyentuh kita. Asmara pun mendapat ide cemerlang, ia harus masuk penjara. Kemudian Asmara justru sering cari gara gara untuk bisa masuk penjara. Sampai semua sipir bosan dan dendam padanya. Dasar cerdik, Asmara malah membuat bisnis baru di dalam penjara. Ia pun menjadi napi favorit.
Jamila dan Sang Presiden (2009)

Diawali dengan narasi dari Jamila (Atiqah Hasiholan) yang menceritakan bahwa ia adalah korban dari human trafficking. Kemudian lewat beberapa adegan, mengenalkan kehidupan Jamila sekarang; glamor, malam, dan ketidaksenangan batin. Dirinya kemudian menyerahkan dirinya karena mengaku telah membunuh seorang pejabat tinggi negara bernama Nurdin (Adjie Pangestu) tanpa diketahui oleh pria yang mendekatinya, Ibrahim (Dwi Sasono). Ibrahim yang simpati dengan Jamila mengkontak pengacara Jamila, Malik (Marcelino Lefrandt)dan bekerja sama untuk membebaskan Jamila. Jamila, yang dari perintah langsung presiden untuk menempatkannya di luar kota, dipindahkan ke sebuah LP di luar kota. Disana ia mendapatkan perlakuan kasar dari seorang sipir wanita yang ditakuti bernama Ibu Ria (Christine Hakim).
Di LP itu, dari buku harian Jamila yang diambil Ibu Ria, memberi tahu masa lalu Jamila yang kelam. Ia dijual oleh ibunya kepada mucikari yang menjualnya kepada sebuah keluarga kaya. Di keluarga itu, terdapat suami istri yang tua dan beranak laki-laki. Kedua lelaki itu memperkosa Jamila setiap malamnya secara bergantian sampai akhirnya sang anak dibunuh oleh Jamila dan Jamila segera kabur. Bersamaan, sang Ibu (Jajang C. Noer) yang tahu kelakuan suaminya, membunuh dia. Dari keluarga itu, ia kabur dan menjadi pembantu di kompleks pasar, mengetahui ia akan diperkosa, Jamila kabur lagi sambil melintasi sebuah diskotek. Disana, ia dikira sebagai salah satu dari PSK ketika polisi menggrebek tempat itu. Sampai cukup besar, ia dirawat oleh seorang PSK yang baik hati bernama Susi (Ria Irawan) yang ikut terjaring di diskotek. Kembali ke masa kini, Jamila dituntut oleh berbagai aktivis masyarakat untuk dihukum mati. Dalam penjara ia diberikan simpati oleh Surya (Surya Saputra) yang iba atas dirinya. Namun Jamila tidak mengindahkan dia, bahkan Ibrahim, Jamila semakin memikirkan nasib adiknya, Fatimah yang sudah lama berpisah.
Terjadi pertengkaran verbal antara Ibu Ria dan Jamila. Jamila membunuh sang menteri atas kebenciannya terhadap politikus dan negara, yang telah membiarkan kehidupannya menjadi sengsara. Atas kelakuannya, ia dikurung di sel isolasi. Beberapa hari kemudian, Jamila dijatuhi hukuman mati kendati banyak masyarakat yang prihatin atas nasibnya. Ibu Ria yang mulai iba, membujuk Jamila untuk mengajukan perpanjangan sebelum ia dihukum mati. Dalam 36 jam sebelum hukuman, ia berkeras bertemu dengan presiden karena ialah yang telah bertanggung jawab atas keadaan yang menimpanya selama ini. Jamila menceritakan kepadanya mengenai di Kalimantan. Saat ia membunuh seorang lelaki yang telah menyengsarakan adiknya dalam rumah bordil, saat itu Jamila yang menyamar menjadi pelacur disana berhasil menemukan baju Fatimah walau ia tak menemukannya.
Sehari sebelum hukuman Jamila, Susi ditemui oleh Ibrahim. Susi lalu menceritakan, mengenai saat Nurdin yang jatuh cinta kepada Jamila dan diberi kemewahan, Jamila mendapat pukulan atas berita akan menikahnya Nurdin. Namun, Jamila memberi tahu kalau ia mengandung anak Nurdin. Pada sebuah kesempatan di muka umum, Nurdin dipermalukan oleh Jamila secara tidak langsung. Saat mereka bertemu di sebuah kamar Hotel, Nurdin mengancamnya dengan sebuah pistol apabila ia tidak mau berhenti. Namun saat pertengkaran, Jamila membunuh Nurdin dengan pistol tersebut untuk melindungi diri. Di penjara, Jamila tetap tidak mengubah keputusannya untuk mengajukan perpanjangan. Sampai akhirnya ia diantar menuju tempat eksekusi, bunyi pistol ditembakkan, mengimplikasikan bahwa akhirnya Jamila dihukum mati. Kemudian film menuliskan fakta-fakta mengenai perdagangan anak dan prostitusi.
The Great Escape (1963)

Film ini Berdasarkan kisah nyata, dimana sekelompok seniman tahanan melarikan diri dari kamp sekutu perang. Pemimpin mereka memutuskan untuk mencoba untuk membawa beberapa ratus tahanan sekaligus. Paruh pertama film ini diputar untuk komedi dimana para tahanan berusaha mengecoh sebagian besar sipir penjara sehingga tahanan bisa menggali terowongan untuk melarikan diri. Bagian kedua adalah petualangan tinggi karena mereka menggunakan perahu dan kereta api dan pesawat untuk keluar dari Eropa yang diduduki.
Escape from Alcatraz (1979)

Escape from Alcatraz adalah film Amerika bergender thriller tahun 1979, yang disutradarai Don Siegel dan dibintangi oleh Clint Eastwood. Film ini dibuat berdasarkan kisah nyata di Pulau Alcatraz, San Francisco, Amerika Serikat. Sekelompok tahanan berani mencoba untuk melarikan diri dari pulau penjara terkenal Alcatraz, yang dimana tidak ada seorang pun berhasil melarikan diri sebelumnya.
The Shawshank Redemption (1994)

Film ini menceritakan tentang seorang banker bernama Andrew “Andy” Dufresne yang dituduh membunuh istri dan selingkuhannya, dia dinyatakan bersalah oleh pengadilan dan kemudian dia pun di penjara di Shawshank. Di dalam penjara dia bersahabat dengan Ellis Boyd "Red" Redding, si Ellis ini di dalam penjara berprofesi sebagai pemasok barang-barang yang diinginkan oleh para napi lain yang memesannya. Suatu hari Andy memesan sebuah barang kepada Red yaitu sebuah palu pemecah batu berukuran kecil, palu ini akan dia gunakan untuk menjalankan hobi mengumpulkan dan mengukir batu. Andy ini adalah seorang yang pintar, kepintarannya kemudian dimanfaatkan oleh para sipir dan Warden Samuel Norton, sang pimpinan di penjara tersebut. Warden memanfaatkan Andy untuk menjalankan operasi pencucian uang dia, dan sebagai balasannya Andy mendapatkan penjagaan.
The Way Back (2010)

The Way Back sendiri diangkat dari The Long Walk, sebuah buku kontroversial karya mantan tahanan perang asal Polandia, Slawomir Rawicz. Buku yang berkisah mengenai perjuangan Rawicz dan beberapa tahanan perang lainnya dalam usaha mereka untuk kabur dari tahanan militer Uni Sovyet di Siberia menuju India dengan cara berjalan kaki tersebut menjadi perbincangan banyak kalangan ketika masa rilisnya di tahun 1956 setelah beberapa bukti menunjukkan bahwa kisah tersebut hanyalah sebuah fiksi belaka atau sebuah cerita yang sama sekali tidak dialami oleh Rawicz. Benar atau tidak, keputusan Weir untuk mengangkat cerita tersebut menjadi sebuah film tentu saja didasarkan pada tema cerita film ini yang mengandung tema mengenai usaha manusia untuk terus kukuh dalam menghadapi tantangan hidup mereka.
The Next Three Days (2010)

Siapa pun pasti ingin membela dan menyelamatkan orang yang dicintainya. Apalagi jika orang yang kita cintai itu dituduh melakukan sesuatu yang tidak dilakukannya. Sebuah keluarga yang bahagia tiba-tiba harus menghadapi ketegangan akibat tuduhan yang dilayangkan pada sang istri. John Brennan (Russel Crowe) berusaha menyelamatkan istrinya, Lara Brennan (Elizabeth Banks) yang dituduh melakukan pembunuhan. Berbagai cara telah dilakukan untuk membuktikan bahwa istrinya tidak bersalah. Saat menemui jalan buntu, akhirnya John memilih melarikan istrinya. Hasil dari tindakannya membuat mereka berdua menjadi buronan. Ketegangan demi ketegangan mereka lewati dan membuka mata mereka akan apa yang sebenarnya sedang terjadi.
Berdasarkan Peraturan Menteri Hukum dan HAM RI Nomor : M.HH-O2.KP.O7.O2 TAHUN 2O11 TENTANG Pakaian Dinas dan Atribut bagi Pegawai di Lingkungan Kementerian Hukum dan HAM, tanggal 10 Oktober 2011 maka secara legal pakaian dinas dan atribut resmi berganti dengan yang baru. Sesuai dengan ketentuan pada pasal 41 permen tersebut disebutkan bahwa (1) pada saat peraturan Menteri ini mulai berlaku, Pakaian Dinas dan Atribut yang ada masih dapat digunakan sampai dengan tanggal 31 Desember 2011.
pun bentuknya biasanya perubahan akan mengundang kontroversi, ada yang pro dan ada yang kontra. Melihat warna dan atribut seragam baru banyak pihak yang kontra terutama Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan, tentu saja termasuk saya secara pribadi (hehehhee....). Seragam dinas baru dari sisi warna memang kurang “gahar” untuk ukuran petugas di UPT Pemasyarakatan, mungkin sih tujuannya untuk merubah paradigma Lapas/Rutan yang “seram” menjadi lebih manusiawi....., namun apapun itu karena sudah aturan ya mau ga mau harus dilaksanakan. Jadilah sekarang new uniform yang ala-ala petugas penjara Australia untuk luar negeri dan ala-ala Angkatan Udara (AURI) untuk dalam negeri. Ada juga sih plesetan yang menyebutkan mirip supir taxi bluebird..hahahahaa......
Pakaian dinas baru diharapkan sesuai permen tersebut telah siap digunakan Januari 2012 (awal tahun) artinya dengan seragam baru diharapkan semangatnya baru sehingga kinerja makin meningkat dan penghasilan pun makin meningkat (harapannya..). kondisi ini sangat mungkin terjadi karena dengan kinerja yang meningkat sangat mungkin tunjangan kinerja akan naik persentasenya (amienn...).
Prakteknya kesiapan petugas dalam menyikapi permen pakaian dinas pada masing-masing-masing UPT berbeda. Untuk UPT di DKI Jakarta, ada yang secara individu sangat bersemangat sehingga telah menjahit pakaian dinas harian (PDH) dan pakaian dinas lapangan (PDL) sekaligus, ada juga yang hanya PDH saja (semua sangat tergantung budget kantong masing-masing..., karena dapat jatahnya hanya untuk satu PDH, sementara yang harus dibuat ada PDL, PDUB dan PDUK..mmmhhhhh..). Budget ini belum termasuk atribut baru yang semuanya berubah baik bentuk maupun warnanya. Saya pribadi untuk satu pakaian dinas harian (PDH) plus atribut menghabiskan biaya sebesar Rp. 665.000,- (gubrak!!!!....)

............................the beginning of 2012...........****edward33
............................the beginning of 2012...........****edward33