BERJUANG TANPA LELAH---CIPTAKAN RUANG PASAR TANPA PESAING DAN BIARKAN KOMPETISI TAK LAGI RELEVAN (KIM & MAUBORGNE)"

Minggu, 12 Februari 2012

Amir Copot Kakanwil Kemenkum Jakarta Hingga Karutan Cipinang



Jakarta - Kunjungan anggota Komisi III DPR M Nasir ke saudaranya, M Nazaruddin, di luar jam besuk Rutan Cipinang makan korban lagi. Menkum dan HAM mencopot 3 jabatan di lingkungan Kemenkum HAM Provinsi DKI Jakarta.

Amir Syamsuddin di kantornya, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (12/1/2012), mengatakan pergantian itu merupakan salah satu langkah dari 6 langkah untuk memperbaiki sistem pemasyarakan yang sudah ada.

"Langkah pertama, mengganti Kepala Kantor Wilayah, Kepala Divisi Pemasyarakatan dan Kepala Rutan Cipinang pada Wilayah Kerja Provinsi DKI Jakarta," kata Amir.

Amir menjelaskan, pergantian akan dilakukan melalui fit and proper test dengan memperhatikan integritas dan kapasitas calon yang ada. "Semua dilakukan sebagai bentuk pelaksanaan reward and punishment yang lebih baik," katanya.

Kepala Kantor Wilayah Kemenkum HAM DKI Jakarta adalah Taswem Tarib, Kepala Pemasyarakatan Haviluddin dan Karutan Cipinang Suharman.

Langkah kedua, lanjut Amir, adalah dengan membangun lapas khusus korupsi yang terpisah dengan napi umum lainnya.

"Langkah ketiga adalah kita optimalkan pemantauan melalui CCTV. Untuk itu CCTV di wilayah DKI dan kota besar lainnya akan ditambah serta langsung disambungkan ke ruang kerja Menkum HAM dan Wamenkum HAM," katanya.

Langkah keempat, dalam waktu 6 bulan ke depan akan ada staf yang sudah menyelesaikan pelatihan khusus yang akan ditugaskan di kawasan Jakarta dan sekitarnya.

"Langkah kelima menjadikan lapas dan rutan di kawasan DKI dan sekitarnya sebagai kawasan bebas pungli dengan konsekuensi sangsi tegas kalau ada penyimpangan," katanya.

Langkah keenam, Amir akan memimpin langsung rapat evaluasi minimal satu bulan sekali terkait pelaksanaan tugas di Pemasyarakatan DKI dan sekitarnya.

Sumber : DETIK
Baca juga :

Sabtu, 11 Februari 2012

tvOneNews: Denny Pergoki Nazar, Nasir dan Pengacara Rosa di Cipinang - Kabar Petang

tvOneNews: Denny Pergoki Nazar, Nasir dan Pengacara Rosa di Cipinang - Kabar Petang

M Nasir Besuk Nazaruddin Tengah Malam, Karutan Cipinang Lolos dari Sanksi



Jakarta - Pertemuan Nazaruddin dan adiknya, M Nasir, di Rutan Cipinang tengah malam memakan korban. Salah satunya Kepala Pengamanan Rutan (KPR) berinisial FA. Bagaimana dengan nasib Kepala Rutan Cipinang?

"Karutan tidak tahu menahu, sementara aturannya Karutan diberitahukan sehingga bisa mengantisipasi ada pihak yang membesuk di luar jam yang sudah diatur," kata Kepala Divisi Pemasyarakatan (Kadiv Pas) Kanwil Kemenkum HAM Jakarta, Haviluddin, saat dikonfirmasi detikcom, Jumat (10/2/2012).

"Dia (KPR) mengambil keputusan sendiri tanpa melibatkan Kepala Rutan," imbuh Haviluddin.

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan Kanwil, FA terbukti melanggar Standar Operastional Prosedur (SOP) tentang tata cara kunjungan.

"Walaupun dia DPR enggak pantas kunjungan kerja tengah malam, ada prosedur aturannya," tegas Haviluddin yang pernah menjabat sebagai Kadiv Pas di Kanwil Kemenkum HAM Sulsel ini.

Mutasi FA dilakukan hari ini. Dia dinonjobkan di Kanwil Kemenkum HAM Jakarta.

Nasir mengatasnamakan Komisi III DPR mengunjungi Nazaruddin di Rutan Cipinang pada Rabu (8/2) pukul 23.00 WIB. Padahal kunjungan biasa yakni pukul 10.00-12.00 WIB dan pukul 13.00-15.30 WIB.

Nasir bersama mantan pengacara Rosa, Djufri Taufik, dipergoki berdiskusi dengan Nazaruddin. Djufri mengaku dia datang karena sudah menjadi pengacara Nazaruddin.

SUMBER : DETIK
Baca juga :

Rabu, 08 Februari 2012

Ariel 'Peterpan' Sudah Bekerja di Luar Rutan Kebonwaru



Bandung - Kabar terbaru datang dari Rutan Kebonwaru Bandung tempat Nazril Irham alias Ariel 'Peterpan' mendekam terkait perkara penyebaran video porno. Kini Ariel menjalani asimilasi dan sudah diizinkan bekerja di area luar rutan tersebut.

"Sudah dua minggu ini Ariel mendapat asimilasi. Dia juga sudah bekerja di salah satu perusahaan di Kota Bandung. Sesudah beres kerja di luar, Ariel kembali lagi ke dalam ruang tahanan," jelas Karutan Kebonwaru Wahid Husein.

Wahid mengungkapkannya saat ditemui di Rutan Kebonwaru, Jalan Jakarta, Kota Bandung, Rabu (8/2/2012).

Menurut dia, pelantun 'Bintang di Surga' itu hanya boleh diizinkan bekerja di daerah Bandung Raya (Kota Bandung, Kota Cimahi, Kab Bandung, Kab Bandung Barat).

"Kalau Ariel pergi ke Jakarta atau luar Kota Bandung itu tidak boleh," papar Wahid.

Wahid menegaskan, asimilasi yang diberikan kepada Ariel sebagai bentuk adaptasi agar bisa berbaur kembali dengan masyarakat sebelum nanti bebas. Tentu saja pemberian asimilasi yang diterima vokalis fenomenal ini bukan tanpa sebab. Seperti diketahui, Ariel divonis 3 tahun 6 bulan oleh PN Bandung.

"Ariel sudah menjalani setengah masah tahanan. Itu 'kan syarat asimilasi. Jadi Ariel bisa bekerja dan keluar tembok (Rutan Kebonwaru). Tentu saja asimilasi ini ada syarat dan pertimbangan lainnya," papar Wahid.

Seluruh syarat asimilasi sudah dipenuhi Ariel. Salah satunya membayar denda Rp 250 juta terkait perkara pidana yang menjerat Ariel. "Ariel sudah membayar denda subsider pada 8 Desember 2011 lalu. Uang denda itu sudah dibayar kepada Kejari Bandung. Kami juga mendapat bukti berupa kwitansi pembayaran tersebut," tutur Wahid.

Ia yakin Ariel mematuhi segala bentuk pertimbangan yang sudah diberikan saat menjalani asimilasi ini. Pihak Rutan Kebonwaru menilai Ariel tidak bakal kabur, tak kembali berbuat melanggar hukum, dan dianggap selama ini berprilaku baik.

(bbn/ern)

Sumber : DETIK

Senin, 06 Februari 2012

Jadi Tersangka, Angie Curahkan Perasaaannya di Blog Pribadinya



Jakarta - Ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi pembangunan Wisma Atlet di Palembang, Angelina Sondakh kembali mencurahkan perasaannya melalui blog pribadinya. Angie mencurahkan soal hal-hal yang ia alami dalam bulan ini.

Tulisan ini diposting oleh Angie dalam blognyaangiesondakhmassaid.blogspot.com, pada Minggu (5/2/2012), sekitar pukul 23.53 WIB. Angie memberi judul "Februari" pada curhatannya ini.

Dalam curhatannya, Angie menyebut persoalan yang menjerat hidupnya kini sebagai kerikil yang harus ia lewati. Baginya, kasus yang menjeratnya ibarat ujian yang tak kunjung usai.

Pada tulisannya kali ini, Angie lebih banyak berkeluh kesah kepada Yang Maha Kuasa. Namun, ia tetap berserah kepada Tuhan. Tidak lupa, Angie juga menyinggung suaminya, mendiang Adjie Massadi, dimana pada Minggu (5/2) kemarin genap setahun kepergiannyad ari dunia ini.

Demikian curahan hati Angie secara lengkap dalam blog pribadinya:

"Februari

Dear Bloggers,

Februari...
Bulan ini rupanya "agak" banyak bercerita tentang diriku...
Let's move on lah dengan segala kapasitasku...
Biarlah aku menginjak menyusuri kerikil ini mencapai tujuan yang bersolek elok, berkilau dan teduh di ujung sana walaupun ku tak tahu kapan akan sampai kesana....
Yang kupercaya ada Allah SWT mau ikut membimbingku kesana, membekaliku dengan ketegaran, kesabaran dan keikhlasan... Amiin. Semua ini miliknya, dan akan kembali kepadanya. La Tahzan Angie...dalam kesulitan akan datang kemudahan, begitu janjiNYA padaku.

Hmmm tapi kenapa terasa tak berhenti ya Rabb? apakah aku begitu lemah dan kosong sehingga kertas ujian itu hanya selalu dipenuhi soal-soal yang tak kunjung benar jawabannya? atau apakah aku terlalu kuat sehingga Engkau terus menunggu hasil-hasil jawabanku yang selalu istimewa?apapun itu semua adalah kuasaMu. PerintahMu yang kuingat adalah kertas ujian itu bukan untuk dirobek-robek Angie...tetapi untuk kau selesaikan!

Berarti aku tidak boleh marah, aku tidak boleh memberontak atau malah berbalik memusuhi dan menghujatMu beserta tingkah polah "ajaib" insan di dunia ini?baiklah....aku usahakan seperti itu, tetapi janji ya Rabb antarkan aku dan anak-anak secepatnya ke telaga warna yang penuh cahaya itu.....kami ingin merasakan wanginya ketentraman dan ketulusan.

Semua takdirmu baik ya Allah.....tidak patut aku menyalahkan keadaan, tidak bijak jika aku teriak, tidak etis apabila ku meringis. Tenggelam dalam doa kepadaMu itu akan lebih tepat adanya....

Lebih baik pula mensyukuri nikmatmu yang berlimpah, termasuk kemuliaan hari ini yang kembali menghantarkan aku pada kenangan akan sosok tercinta itu.... Apa kabarmu mas Adjie? beruntunglah engkau telah lepas dari gelombang badai hiruk pikuk dunia ini. Tak perlu risau akan diriku dan anak-anak....kami pasti berhasil menjalani semuanya, insyaAllah.

Setahun ini Engkau telah berpulang suamiku, bertepatan dengan hari lahir Rasul Muhammad SAW. Semoga hari ini menjadi hari yang indah untuk almarhum suamiku, berkat gema sholawat yang ramai di dunia dari umatMu ya Allah. Amiiin ya Robbal a'lamiin..

Love,

Angie


(nvc/van)
Sumber : DETIK

Penghuni Lapas Salemba Miliki 3,2 Gram Sabu


JAKARTA, KOMPAS.com -- Petugas Lembaga Pemasyarakatan Salemba menemukan 3,2 gram sabu yang terdiri dari 2 gram berbentuk kristal dan 1 gram berbentuk bubuk di dalam sebuah kamar tahanan ruang 7 lantai 2 paviliun Saroso Lembaga Pemasyarakatan Salemba, Jakarta Pusat, Jumat (6/1/2012).

Sabu yang hingga kini belum jelas asal-usulnya tersebut ditemukan oleh petugas lapas sekitar pukul 14.00 WIB saat operasi penggeledahan rutin. Barang haram tersebut diakui dimiliki oleh SG (37) alias Asen, warga negara Indonesia yang ditahan oleh Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat atas kepemilikan 7 kilogram sabu sejak 11 November 2011.

Sempat dilakukan tes urin terhadap tersangka yang sudah 3 kali keluar masuk penjara tersebut. Hasilnya, urin Asen positif mengandung metamphetamin.

Menurut keterangan dari Kepala Kantor Wilayah Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia, Taswem Tarib, untuk selanjutnya tersangka akan diserahkan kepada Badan Narkotika Negara (BNN) dengan izin hakim yang mengurus pengadilan terdakwa. "Malam ini kami menyerahkan barang bukti berupa tujuh ponsel beserta sabu seberat 3,2 gram kepada BNN. Masalah tersangka belum bisa kami serahkan ke BNN karena yang bersangkutan titipan hakim, jadi harus ada izin dari pengadilan negeri," tegasnya.

Saabu tersebut disembunyikan Asen di engsel pintu kamar tahanan yang berisi 10 orang narapidana. Berdasarkan pengakuan, sabu tersebut direncanakan untuk dipakai sendiri. Namun petugas tidak percaya begitu saja, pihak lapas berencana akan memeriksa kesembilan tahanan yang lain untuk mencari bukti apakah ada kerjasama antara narapidana dalam keberadaan barang haram tersebut.

Sumber : KOMPAS

LP Anak Kotabumi Terbakar


KOTABUMI, KOMPAS.com - Lembaga Pemasyarakatan Anak Kotabumi, Lampung Utara terbakar, Minggu (5/2) sekitar pukul.20.00 WIB. Karena kebakaran ini, seluruh penghuni LPA Kotabumi diungsikan di tempat yang aman.

Korban belum teridentifikasi karena masyarakat tengah berupaya memadamkan api yang masih menyala.

Belum diketahui secara pasti asal api yang membakar LPA Kotabumi berasal. Sementara, kebakaran diduga karena hubungan arus pendek.

Menurut seorang warga Kotabumi, Lampung Utara, LP tersebut merupakan LP Anak Kelas 1A.

Saat ini masyarakat sedang berupaya memadamkan api yang terus berkobar.

Namun sejauh ini belum diperoleh informasi berapa orang anak yang menghuni LP tersebut, serta kemungkinan adanya korban jiwa maupun luka-luka belum diketahui pasti.

Sumber : KOMPAS

Kerugian Lapas Anak Kotabumi Rp 2 Miliar

KOTABUMI, KOMPAS.com - Kerugian yang diakibatkan kebakaran di Lapas Anak Kelas IIA Kotabumi, Lampung Utara, diperkirakan mencapai Rp 2 Miliar. Lapas ini terbakar Minggu (5/2/2012) malam.

Perkiraan mengenai jumlah kerugian ini disampaikan Kepala Lapas Anak Kotabumi Suprato ditemui Senin (6/2/2012).

Menurut dia, sedikitnya ada tujuh ruangan yang terbakar dalam kebakaran semalam itu. Ruangan itu diantaranya ruangan kantor Kalapas yang biasa dipakainya untuk bekerja, lalu ruangan arsip, ruang administrasi, ruang tata usaha, ruang aula serta tempat belajar.

Seluruh ruangan ini berada di lantai atas bangunan berukuran 63 x 365 meter. Padahal, seluruh ruangan ini berada di bangunan yang baru dibangun tahun 2006.

Sumber : KOMPAS